Awas ! Depresi memengaruhi cara berpikir
Depresi merupakan kondisi kesehatan mental serius yang dapat memengaruhi perasaan, cara berpikir, dan bagaimana Anda bertindak.
Saat mengalami depresi, orang akan mengalami serangkaian gejala seperti
gangguan tidur, kurang nafsu makan, mudah marah, kehilangan minat pada
hal-hal menyenangkan. Mereka juga merasakan sakit kepala, sulit
mengingat dan berkonsentrasi, tidak tertarik pada seks. Akibatnya ini
berpengaruh pada kehidupan sosial dan pekerjaan.
Serotonin juga yang memengaruhi tidur dan menurunkan gairah seks. Hampir setengah dari semua orang dengan depresi memiliki masalah dengan seks.
Depresi juga meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol atau adrenalin. Selain itu, depresi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyalahgunaan zat.
Tak hanya memicu kesedihan emosional, depresi juga berkontribusi pada beragam masalah fisik, dari hati sampai ke sistem kekebalan tubuh.
Ada pun penyakit serius yang mungkin dialami penderita depresi, seperti arteri koroner, parkinson, HIV, AIDS, kanker, strok, diabetes, ginjal, dan radang sendi. Depresi memang meningkatkan risiko beberapa penyakit ini, tapi tidak selalu. Namun, bila seseorang telah memiliki penyakit tertentu, ditambah depresi, akan lebih cenderung mengalami komplikasi.
Jika Anda sudah memiliki penyakit jantung, misalnya, kadar hormon stres yang lebih tinggi dapat mempersulit tubuh untuk melakukan perbaikan jaringan yang dibutuhkan.
Penelitian menjelaskan bahwa orang-orang dengan depresi mengalami rasa sakit karena sesuatu yang disebut stres oksidatif atau apa yang terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup antioksidan lalu menyebabkan kerusakan sel.
Namun, ada juga yang kehilangan nafsu makan sama sekali atau makan makanan bergizi yang tepat. Hilangnya minat makan pada orang dewasa yang lebih tua dapat menyebabkan kondisi yang disebut anoreksia geriatrik.
Orang depresi perlu menjaga pola makan sehat, sebab gejalanya mungkin tidak membaik saat melakukan pengobatan jika seseorang tidak makan makanan yang benar.
Makanan yang dapat melawan depresi antara lain gandum utuh, teh hijau, kalkun, kenari, susu rendah lemak, kunyit, dan cokelat murni.
Dampak lain depresi pada tubuh yaitu melemahkan sistem kekebalan tubuh, terutama sel T pembunuh alami yang membantu melindungi tubuh dari karsinogen (agen penyebab kanker).
Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga memengaruhi respons inflamasi tubuh. Efek fisik depresi ini terkait dengan peningkatan risiko asma dan gangguan autoimun.
Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan darah yang mengharuskan jantung bekerja lebih keras dan berisiko terhadap strok, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung.
Depresi juga dapat membuat seseorang sulit mengikuti petunjuk, minum obat, atau bertahan dengan pengobatan.
Rasa sakit, yang biasa terjadi dengan depresi, juga bisa menyulitkan pengobatan. Orang yang telah memiliki penyakit kronis, cenderung mengalami depresi yang lebih buruk.
Namun, segala kondisi yang berdampak pada fisik berserta depresinya dapat disembuhkan. Kondisi yang menyangkut kesehatan fisik dan mental ini akan saling memengaruhi.

Penyebab gejala tersebut di antaranya karena adanya perubahan di otak
Penyebab gejala tersebut di antaranya karena adanya perubahan di otak yang memengaruhi sistem tubuh. Misalnya, fungsi abnormal dari otak pembawa pesan (neurotransmiter) seperti serotonin yang membuat orang jadi lebih peka terhadap rasa sakit.Serotonin juga yang memengaruhi tidur dan menurunkan gairah seks. Hampir setengah dari semua orang dengan depresi memiliki masalah dengan seks.
Depresi juga meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol atau adrenalin. Selain itu, depresi juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyalahgunaan zat.
Tak hanya memicu kesedihan emosional, depresi juga berkontribusi pada beragam masalah fisik, dari hati sampai ke sistem kekebalan tubuh.
Ada pun penyakit serius yang mungkin dialami penderita depresi, seperti arteri koroner, parkinson, HIV, AIDS, kanker, strok, diabetes, ginjal, dan radang sendi. Depresi memang meningkatkan risiko beberapa penyakit ini, tapi tidak selalu. Namun, bila seseorang telah memiliki penyakit tertentu, ditambah depresi, akan lebih cenderung mengalami komplikasi.
Jika Anda sudah memiliki penyakit jantung, misalnya, kadar hormon stres yang lebih tinggi dapat mempersulit tubuh untuk melakukan perbaikan jaringan yang dibutuhkan.
Penelitian menjelaskan bahwa orang-orang dengan depresi mengalami rasa sakit karena sesuatu yang disebut stres oksidatif atau apa yang terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup antioksidan lalu menyebabkan kerusakan sel.
Dampak lain depresi pada tubuh yaitu melemahkan sistem kekebalan
Depresi juga berperan penting dalam nafsu makan dan nutrisi. Beberapa orang mengatasinya dengan makan berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan penambahan berat badan dan penyakit terkait obesitas, seperti diabetes tipe 2.Namun, ada juga yang kehilangan nafsu makan sama sekali atau makan makanan bergizi yang tepat. Hilangnya minat makan pada orang dewasa yang lebih tua dapat menyebabkan kondisi yang disebut anoreksia geriatrik.
Orang depresi perlu menjaga pola makan sehat, sebab gejalanya mungkin tidak membaik saat melakukan pengobatan jika seseorang tidak makan makanan yang benar.
Makanan yang dapat melawan depresi antara lain gandum utuh, teh hijau, kalkun, kenari, susu rendah lemak, kunyit, dan cokelat murni.
Dampak lain depresi pada tubuh yaitu melemahkan sistem kekebalan tubuh, terutama sel T pembunuh alami yang membantu melindungi tubuh dari karsinogen (agen penyebab kanker).
Sistem kekebalan tubuh yang lemah juga memengaruhi respons inflamasi tubuh. Efek fisik depresi ini terkait dengan peningkatan risiko asma dan gangguan autoimun.
Hal ini menyebabkan peningkatan tekanan darah yang mengharuskan jantung bekerja lebih keras dan berisiko terhadap strok, tekanan darah tinggi, dan serangan jantung.
Depresi juga dapat membuat seseorang sulit mengikuti petunjuk, minum obat, atau bertahan dengan pengobatan.
Rasa sakit, yang biasa terjadi dengan depresi, juga bisa menyulitkan pengobatan. Orang yang telah memiliki penyakit kronis, cenderung mengalami depresi yang lebih buruk.
Namun, segala kondisi yang berdampak pada fisik berserta depresinya dapat disembuhkan. Kondisi yang menyangkut kesehatan fisik dan mental ini akan saling memengaruhi.